LCD Text Generator at TextSpace.net

Rabu, 28 Agustus 2013

TRAGEDI PEMBANTAIAN DI MESIR

         Husni Mubarok adalah presiden Mesir selama kurang lebih 30-an tahun yang dalam pemerintahannya bekerja sama dengan musuh-musuh islam dan memerangi rakyatnya sendiri, terlebih kepada ‘ikhwanul muslimin’ (IM). Setelah sekian lama, muncullah kesadaran warga untuk berdemo di lap.Tahrir yang meminta agar Mubarok turun. Akhirnya Mubarok turun atas desakan Amerika karena seluruh dunia mendesak ia turun.
FJP yang merupakan partai buatan IM menang dalam pemilu legislatif dan mengusung kadernya yaitu Muhammad Mursi. Petaka dimulai pada saat pemerintahan Mursi menyusun konstitusi tetapi dari pihak sekuler menolak karena konstitusi tsb bernuansa islam. Akhirnya pihak sekuler demo, kondisi kacau, terjadi tindakan kriminal. Keadaan memburuk, mereka ingin Mursi turun dari jabatannya, padahal Mursi telah memperbaiki perekonomian Mesir. Melihat kekacauan ini, militer yang dipimpin As Sisi melakukan kudeta dengan menggandeng gerakan Tamarud, el baraday, partai An nur, paus politik, dan Imam besar Al-Azhar.
        Pendukung Mursi tentu tidak tinggal diam, mereka melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut Mursi dikembalikan lagi menjadi presiden. Mereka berdemo dari sebelum puasa sampai hari ini, demo mereka berbanding terbalik dengan kaum sekuler liberal. mereka tetap shalat 5 waktu, tetap shaum ramadhan, tetap membaca AlQuran, tetap terawih, bahkan tempat mereka demo seperti masjidil haram, banyak orang untuk shalat berjamaah.
Kudeta menghasilkan Adl sebagai presiden, As sisi sebagai komandan tertinggi militer dan El Baradey sebagai wakil presiden. Mereka ingin membubarkan demonstran pendukung Mursi karena demonstrasi bisa membuat Mursi kembali menjadi presiden. Awalnya mereka melempari gas air mata kepada demonstran yang sedang solat subuh. Tragedi tsb membuat tokoh organisasi yang semula mendukung kudeta akhirnya menolak dan jumlah demonstran pendukung Mursi juga semakin bertambah
Buldoser yang awalnya untuk menghancurkan panggung dan camp, kini banyak juga korban berjatuhan akibat terlindas oleh buldoser, polisi militer menembakan gas air mata dan peluru tajam Selain korban yang dilindas, ada juga yang dibakar. Polisi militer yang tidak tega membunuh rakyat sipil, menolak untuk menuruti perintah atasan, akhirnya mereka yang dibunuh oleh atasan. Korban berjatuhan dari rakyat akibat luka di dada dan kepala, bahkan wartawan pun ikut menjadi korban, wartawan inggris sky net dan wartawan dari media lainnya. Info yg diperoleh dari Mesir mengatakan bahwa lebih dari 5000 orang tewas.

      Senjata pendemo pendukung Mursi adalah Al Quran dan alasan utama pendukung mursi tidak menyerang polisi militer cuman 1, polisi militer adalah muslim. Semoga mereka menjadi syuhada, aamiiiiiinn J
cr: facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar