Husni Mubarok adalah
presiden Mesir selama kurang lebih 30-an tahun yang dalam pemerintahannya
bekerja sama dengan musuh-musuh islam dan memerangi rakyatnya sendiri, terlebih
kepada ‘ikhwanul muslimin’ (IM). Setelah sekian lama, muncullah kesadaran warga
untuk berdemo di lap.Tahrir yang meminta agar Mubarok turun. Akhirnya Mubarok
turun atas desakan Amerika karena seluruh dunia mendesak ia turun.
FJP yang merupakan
partai buatan IM menang dalam pemilu legislatif dan mengusung kadernya yaitu
Muhammad Mursi. Petaka dimulai pada saat pemerintahan Mursi menyusun konstitusi
tetapi dari pihak sekuler menolak karena konstitusi tsb bernuansa islam.
Akhirnya pihak sekuler demo, kondisi kacau, terjadi tindakan kriminal. Keadaan
memburuk, mereka ingin Mursi turun dari jabatannya, padahal Mursi telah
memperbaiki perekonomian Mesir. Melihat kekacauan ini, militer yang dipimpin As
Sisi melakukan kudeta dengan menggandeng gerakan Tamarud, el baraday, partai An
nur, paus politik, dan Imam besar Al-Azhar.
Pendukung Mursi tentu tidak tinggal
diam, mereka melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut Mursi dikembalikan
lagi menjadi presiden. Mereka berdemo dari
sebelum puasa sampai hari ini, demo mereka berbanding terbalik dengan kaum
sekuler liberal. mereka tetap shalat 5 waktu, tetap shaum ramadhan, tetap
membaca AlQuran, tetap terawih, bahkan tempat mereka demo seperti masjidil
haram, banyak orang untuk shalat berjamaah.
Kudeta menghasilkan
Adl sebagai presiden, As sisi sebagai komandan tertinggi militer dan El Baradey
sebagai wakil presiden. Mereka ingin membubarkan demonstran pendukung Mursi
karena demonstrasi bisa membuat Mursi kembali menjadi presiden. Awalnya mereka
melempari gas air mata kepada demonstran yang sedang solat subuh. Tragedi tsb
membuat tokoh organisasi yang semula mendukung kudeta akhirnya menolak dan
jumlah demonstran pendukung Mursi juga semakin bertambah
Buldoser yang awalnya
untuk menghancurkan panggung dan camp, kini banyak juga korban berjatuhan
akibat terlindas oleh buldoser, polisi militer menembakan gas air mata dan
peluru tajam Selain korban yang dilindas, ada juga yang dibakar. Polisi militer
yang tidak tega membunuh rakyat sipil, menolak untuk menuruti perintah atasan,
akhirnya mereka yang dibunuh oleh atasan. Korban berjatuhan dari rakyat akibat
luka di dada dan kepala, bahkan wartawan pun ikut menjadi korban, wartawan
inggris sky net dan wartawan dari media lainnya. Info yg diperoleh dari Mesir
mengatakan bahwa lebih dari 5000 orang tewas.
Senjata pendemo pendukung
Mursi adalah Al Quran
dan alasan utama pendukung mursi tidak menyerang
polisi militer cuman 1, polisi militer adalah muslim. Semoga mereka menjadi
syuhada, aamiiiiiinn J
cr: facebook
cr: facebook
Tidak ada komentar:
Posting Komentar